Tampilkan postingan dengan label Muhamad Safei NIM : 41407110079. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhamad Safei NIM : 41407110079. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2009

TEKNIK GELOMBANG RADIO


Gelombang mikro adalah gelombang radio dengan frekuensi antara 300 MHz – 30 GHz dan mempunyai panjang gelombang dalam ruang bebas antara 1cm-1m. Keuntungan menggunakan gelombang mikro [ frekuensi tinggi ]:
1.Secara relatif lebih mudah membuat suatu antena yang mempunyai arah yang tajam dan
penguatan yang tinggi.
2.Dapat dipergunakan utk penyaluran informasi dengan band frekuensi yang lebar tanpa
memperlebar specific band.
3.Karakteristik propagasi LOS stabil sehingga dapat menghasilkan sirkit dengan kwalitas tinggi.
4.Hampir tidak terpengaruh oleh gerisik luar dalam band frekuensi gelombang mikro.
Kriteria Transmisi Telepon
Kriteria transmisi telepon dinyatakan dengan mutu transmisi, sampai seberapa jauh mutu sinyal pembicaraan telepon dapat digelar dengan baik, hal ini di tentukankan oleh timbulnya gerisik dalam siste gelombang mikro, dan timbulnya gerisik berhubungan langsung penentuan standart penyaluran kanal.
Gerisik yang timbul pada sistem telepon:
1.Sesuai dengan rekomendasi CCITT bahwa antara pusat regional,gerisik terbagi sesuai dengan panjang sirkit dengan harga psophometric,panjang sirkit 2500 km dan jumlah noise power 10.000 pW.
2. Dalam seksi antara pusat regional dan stasiun terminal gresik .Untuk sistem jaringan radio FDM dengan kapasitas lebih dari 60 kanal daritelepon dengan Hypothetical Reference circuit ( HRC) 2500km, Hypothetical reference circuit (HRC) untuk penyaluran sinyal telepon FDM dengan kapasitas lebih dari 60 kanal telepon bagi tiap frekuensi radio.
1.Setiap harga rata-rata p.h psophometric harus tidak boleh melebihi 7.500pW.
2.harga rata-rata psophometric p.m harus tidak melebihi 7.500 pW selama waktu 20% dari sesuatu bulan.
3. Harga rata-rata psophometric p.m harus tidak melebihi 47.500 pW selama waktu 0,1% dari sesuatu bulan.
4. Gerisik non-psophometric harus tidak melebihi 1.000.000 pW dalam harga integral 5 ms selama waktu 0,01 % dari sesuatu bulan yang banyak mengalami fading. Standar Penyaluran Televisi Untuk penyaluran siaran program dari stasiun siaran TV ke stasiun-stasiun TV yang lain yang letaknya berjauhan diperlukan sirkit jaringan program Tv jarak jauh stasiun terminal ke stasiun terminal yang lain.Hal ini berguna untuk menghemat pembuatan program yang mahal akibat membuat program sendiri di tiap daerah.gelombamg mikro dapat memenuhi keperluan diatas,karena jaringan ini bagi sistem pengulangan jarak jauh dan keperluan sinyal dengan band frekuensi lebar.Untuk keperluan seluruh stasiun siaran TV biasanya saluran yang mengirimkan program tidak tentu,dan dengan demikian arah penyaluran akan berubah ubah.dengan demikian sangat diinginkan bahwa sirkit trunk untuk TV merupakan loop.Atas dasar struktur nyata dari sirkit trank TV tersebut maka mutu penyluran ditentukan sebagai berikut: Sesuai dengan rekomendasi CCIR dengan jarak 2.500 km (antara B dan C) yang menghubungkan 3 seksi video yang berjarak sama,dengan sirkit penghubung seksi sirkit lokal (hubungan short-houl) pada kedua ujungnya sebagai sirkit TV jarak jauh. Tetapi di jepang,dengan memperhatikan bentuk sirkit kerja yang nyata,HRC-nya,mempunyai 4-seksi jarak pendek,tanpa memperhatikan ketentuan jarak dan ditambahkan pula 4 pesawat untuk program switching pada seksi jarak jauhnya yang terdiri dari 3-seksi video dari keseluruhan jarak 2.500 km.Standar transmisi untuk HRC-nya,Grafik weighting bagi gerisik tak teratur yang terus menerus dan batas peredaman/karakteristik frekwensinya masing-masing.Pengaturan kanal Frekuansi RadioUntuk pengaturan kanal frekuensi radio ,CCIR memberikan rekomendasi.Agar dapat dilaksanakan penghubungan sirkit pada frekuensi radio pada perbatasan negara adalah sanagat penting untuk mengikuti rekomendasi ini.Tetapi rekomendasi ini tidak perlu membatasi pemakaianya pada sirkit yang hanya ada di dalam suatu negara,yang keseluruhanya di serahkan kepada kompetensi dari yang berwenang .Bagi jaringan perhubungan gelombang mikro di Jepang,yang sirkitnya dibangun sebelum adanya rekomendasi CCIR maka jaringannya tidak perlu sesuai dengan rekomendasi.

PERENCANAAN PENEMPATAN BASE STATION WCDMA DI DENPASAR

ABSTRAK
Pada awal abad 21 teknologi komunikasi wireless sudah memasuki generasi ketiga.Dimana teknologi
komunikasi saat tersebut harus memenuhi persyaratan diantaranya service yang bersifat global dan
portable.Melalui teknologi ini seseorang bisa melakukan: telepon,sms,mms,faximili,video conference,video
streaming dan koneksi internet dengan kecepatan tinggi.Menurut standar baik dari Eropa,Jepang maupun USA
maka teknologi diatas dikenal dengan istilah IMT-2000 atau UMTS (Universal Mobile Telecomunication
System).Dalam penelitian ini akan dibahas perencanaan dan analisa penempatan base station WCDMA di
Denpasar.
Dari sisi perencanaan kita bisa mengetahui perhitungan link budget pada arah uplink dan
downlink,perhitungan kapasitas trafik per sel, perhitungan radius sel dengan loading factor tertentu dan
banyaknya site yang diperlukan untuk mengcover area layanan.Dari sisi analisa penempatan kita akan melihat
penempatana base station agar mendapat area cakupan yang optimal sesuai dengan kapasitas dan topologi
areanya. Untuk mempermudah analisa penempatan base station, maka kita akan menggunakan software
Mapinfo, Google earth dan RPS (Radiowave propagation Simulator). Setelah mendapat banyaknya site beserta
jari-jarinya, kita akan melakukan perkiraan penempatan base starion pada Mapinfo. Perkiraaan penempatan
akan mempertimbangkan daerah urban dan suburban berdasarkan data kepadatan penduduk dan struktur
bangunannya. Setelah didapat perkiraan penempatan pada Mapinfo,maka hasil penempatan tersebut akan
diplot ke dalam Google earth. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan alamat dan plot bangunan disekitar site.
Setelah didapat plot bangunan disekitar site, maka akan dilakukan simulasi dengan RPS.

1. Latar Belakang
Pada awal abad 21 teknologi komunikasi
wireless sudah memasuki generasi ketiga.Dimana
teknologi komunikasi saat tersebut harus memenuhi
persyaratan diantaranya service yang bersifat global
dan portable. Melalui teknologi ini seseorang bisa
melakukan :
telepon,sms,mms,faximili,videoconference,video
streaming dan koneksi internet dengan kecepatan
tinggi.Menurut standar baik dari Eropa,Jepang
maupun USA maka teknologi diatas dikenal dengan
istilah IMT-2000 atau UMTS (Universal Mobile
Telecomunication System).Di sisi air interfacenya
teknologi yang dipakai bisa berupa: WCDMA,TDCDMA
atau Wideband cdmaone tergantung dari
kebijaksanan negara masing-masing.WCDMA
berbasis packet service dengan menggunakan
standar Direct Sequence Spread Spectrum (DS-SS)
yang memakai FDD. Laju data yang tinggi yang
mampu mencapai 2 Mbps di local Area dan 384
Kbps atau 144 Kbps di Wide Area, dengan mobilitas
penuh. Data rate yang lebih tinggi ini membutuhkan
band frekuensi radio yang lebih lebar, karena itulah
WCDMA dengan carrier bandwidth 5 Mhz dipilih;
dibandingkan dengan bandwidth carrier 200 khz
milik GSM. Masih banyak kelebihan WCDMA
dibandingkan dengan teknologi yang dimiliki oleh
GSM, oleh karena itu WCDMA adalah salah satu kandidat utama untuk standar UMTS (Universal
Mobile Telecommunication System). UMTS
merupakan teknologi akses jamak yang diramalkan
akan menggeser popularitas GSM, GPRS, maupun
teknologi CDMA.Sesuai dengan perkembangan dan
kebutuhan akan layanan data bergerak dan laju data
yang tinggi di wilayah Denpasar, diperlukan suatu
jaringan UMTS yang mampu melayani kebutuhan
layanan tersebut. Untuk itu dalam Penelitian ini,
penulis akan membahas penentuan lokasi BTS
WCDMA di Denpasar.

3. Merencanakan sistem yang diinginkan
berdasarkan data yang diperoleh dan kondisi
wilayah pelayanan,
4. Mengaplikasikan hasil perencanaan ke dalam
software simulator untuk memvisualisasikan
hasil perencanaan.
4. Perencanaan Kapasitas
4.1 Prediksi Jumlah Pelanggan
Dalam melakukan perancangan jaringan ini
tentunya kita harus mempertimbangkan kebutuhan
pelanggan di masa mendatang, maka untuk
mengantisipasi jumlah pelanggan selama periode
tersebut diperlukan estimasi pertumbuhan jumlah
pelanggan.
Estimasi jumlah pelanggan dapat dihitung
dengan persamaan[6] berikut :
( )n
n p U =U 1+ f 0
Dimana:
Un : jumlah user total setelah tahun ke-n
Uo : jumlah user saat perencanaan
fp : faktor pertumbuhan
n : jumlah tahun prediksi
5. Kapasitas Pelanggan Per Base Stasion
Kapasitas yang dimaksud merupakan jumlah
pelanggan yang dapat dilayani dalam suatu site.
Untuk jenis layanan yang berbeda, kapasitas site
juga akan berbeda.Untuk menghitung kapasitas
uplink kita dapat menggunakan persamaan[1]
dibawah ini.
Dimana:
• uplink η = Load Factor
• Rc = ChipRate
• Gs = Gain Sectoral
• Vi = activity factor
• Ri = bit rate
• f = interference factor
6. Kepadatan Trafik
Untuk melakukan estimasi kepadatan trafik total
layanan UMTS menggunakan Offered Bit Quantity
(OBQ). OBQ adalah total bit throughput per km2
pada jam sibuk. Pada dasarnya untuk setiap layanan
UMTS, OBQ selama jam sibuk untuk suatu area
tertentu dihitung berdasarkan beberapa asumsi, yaitu
penetrasi user durasi panggilan efektif, Busy Hour
Call Attempt (BHCA) dan bandwidth dari layanan[4].
Sehingga persamaannya menjadi :
OBQ = σ x p x d x BHCA x BW
Dimana :
σ : kepadatan pelanggan potensial dalam
suatu daerah [user/km2]
p : penetrasi pengguna tiap layanan
d : lama panggilan efektif [s]
BHCA : Busy Hour Call Attempt [call/s]
BW : bandwidth tiap layanan [Kbps]
7. Jumlah sel berdasarkan kapasitas[8]
Kapasitas informasi yang terdapat pada tiap sel
UMTS dibagi dengan OBQ dalam Kbps/km2
sehingga didapatkan luas cakupan sel dalam km2.
Dengan didapatkannya luas cakupan sel tersebut
maka dapat diperoleh jumlah sel yang dibutuhkan.
Karena km2 / cell menunjukkan luas cakupan sel
sehingga persamaan di atas dapat ditulis:
Dimana L merupakan luas cakupan sel. Sehingga
jumlah sel yang diperlukan dapat dicari dengan
persamaan :
Luas cakupan sel yang berbentuk heksagonal
dapat ditentukan dengan persamaan di bawah ini :
Luas sel heksagonal = 2,6 . r2
Dimana r adalah radius sel. Apabila luas cakupan
sel diketahui maka dapat pula ditentukan radius sel
yang digunakan.
8. Perencanaan Coverage
8.1 Radio link budget [1]
Dalam perhitungan Radio Link Budget ada
beberapa parameter penting yang berlaku hanya
pada WCDMA dan tidak pada GSM, yaitu:
• Interference Margin : diperlukan untuk
mengantisipasi loading dari cell (load of
factor). Semakin besar loading maka semakin
besar margin yang dibutuhkan sehingga
coverage-nya membesar. Biasanya untuk kasus
keterbatasan coverage, besar interference
margin adalah 1.0–3.0dB atau sebanding
dengan 20–50% loading.
• Fast Fading Margin (Power Control
Headroom) : terdapat didalam mobile station
untuk mengantisipasi fast fading yang terjadi
ketika pergerakan MS lambat (pedestrian).
Umumnya sekitar 2.0–5.0 dB.
• Soft Handover Gain : terjadi akibat dari
penambahan penguatan macro diversity yang
timbul karena menurunnya kebutuhan Eb/No
relative terhadap satu radio link. Besarnya
biasanya sekitar 2.0–3.0 dB.
Service yang dipakai user juga berpengaruh
dalam proses perhitungan ini khususnya untuk
parameter Processing Gain, oleh karenanya
klasifikasi user berdasarkan service dibedakan
menjadi :
- Voice dengan menggunakan codec AMR
12.2 kbps
- Real-time data 144 kbps
- Non real-time data 384 kbps
Sedangkan parameter-parameter lainnya,
sama seperti perhitungan link budget pada
umumnya. Dimana pada perhitungan tersebut
terdapat beberapa parameter untuk Transmiter
(Mobile Station) dan Receiver (Base Station)
sehingga hasil akhir dari perhitungan ini didapat
suatu nilai yang disebut MAPL (Max. Allowable
Propagation Loss).

10. Analisa penempatan base station
10.1 Perkiraan penempatan base station pada
mapinfo
Dari hasil perencanaan,terdapat 11 base
station untuk area urban dan 3 base station untuk
area suburban.Masing-masing base station
memiliki radius 1,7 Km dan 2,56 Km.Perkiraan
penempatan akan dilakukan pada software
mapinfo. Dalam software ini kita bisa mengetahui
batas-batas kecamatan Denpasar serta nama
daerahnya. Perkiraan penempatan akan
mempertimbangkan daerah yang memiliki
kepadatan penduduk yang tinggi dan topologi
areanya. Untuk mengetahui persebaran penduduk
pada tiap daerah di Denpasar kita bisa memakai
data dari BPS Denpasar dan plot daerah pada
mapinfo. Sedangkan untuk mengetahui topologi
tiap area,struktur bangunan dan ketinggian areanya
kita akan menggunakan google earth. Untuk
mencegah kemungkinan penempatan site pada area
terlarang maka penempatan akan
mempertimbangkan radius untuk penempatan site.



Gambar 10.1 Penempatan base station pada
mapinfo


I Putu Dodi Irawan1, Arfianto Fahmi 2, Kris Sujatmoko3
1,2,3Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Telkom
Jl. Telekomunikasi, Dayeuh Kolot Bandung, 40254

Senin, 09 November 2009

PENGUKURAN KUALITAS SINYAL PADA JARINGAN GSM

ABSTRAK
Jumlah pengguna yang semakin banyak bisa menjadi penyebab menurunnya kualitas layanan karena memungkinkan peningkatan interferensi sinyal. Hal ini membuat operator Global System for Mobile Communication (GSM) harus menjaga kinerja jaringan pada tingkat kualitas yang memuaskan pelanggan. Sistem pengawasan kualitas jaringan GSM bisa mempresentasikan kualitas jaringan sebuah operator jaringan GSM. Sistem ini akan membantu operator dalam menjaga kualitas jaringan. Penelitian ini memberikan solusi akan ketersediaan perangkat pengawasan kualitas jaringan GSM yang lengkap dan ekonomis.



Perkembangan teknologi telekomunikasi di dunia terjadi dengan sangat pesat karena adanya kebutuhan untuk berkomunikasi dan bertukar data dengan cepat, mudah dan mobile (www.agilent.com, 2007).
Bertambahnya jenis layanan semakin menarik jumlah user yang semakin banyak. Banyaknya user bisa menjadi penyebab penurunan kualitas layanan karena adanya kemungkinan peningkatan interferensi sinyal. Operator Global System for Mobile Communication (GSM) harus menjaga kinerja jaringan pada tingkat kualitas yang memuaskan. Sistem drive-test yang baik untuk mengawasi dan mengukur kinerja akan membantu operator dalam menjaga kualitas jaringan.

Sistem pengawasan dan pengukuran kinerja jaringan bisa memberikan berbagai data, dari data
yang umum sampai data yang sangat detil. Parameter umum yang digunakan untuk menilai
kinerja jaringan antara lain daya (level) sinyal dan error rate atau kualitas suara (Krarup, 1998; Inline System, 2005; www.panuworld.net).
Perangkat yang menyediakan sistem pengawasan dan pengukuran kinerja jaringan GSM
telah banyak tersedia di pasaran sistem komunikasi bergerak. Harga yang mahal menyebabkan
terbatasnya informasi mengenai alat tersebut, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa
(www.agilent.com, Radis et al, 2007).
Penelitian ini akan memberikan solusi alternatif atas ketersediaan perangkat pengawasan dan
pengukuran kinerja jaringan GSM yang lengkap dan ekonomis. Lengkap berarti bahwa data pengukuran dapat digabungkan dengan peta digital, sehingga kinerja jaringan dapat diidentifikasi berdasarkan lokasi penyebaran infrastruktur jaringan GSM.
Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan software untuk pengawasan dan pengukuran kinerja jaringan GSM yang handal dan ekonomis serta menampilkan data-data kinerja ini dalam
Geographical Information System (GIS).
Sedangkan manfaat penelitian ini adalah:
a. Menghasilkan alat untuk membantu mempersiapkan lulusan perguruan tinggi sebagai
calon-calon profesional di bidang komunikasi bergerak dengan pengetahuan dan pengalaman
praktis dalam melakukan pengawasan dan pengukuran kinerja jaringan GSM.
b. Dapat menjadi acuan untuk menghasilkan software yang lebih handal dan ekonomis.
c. Menambah wawasan bagi pembaca, khususnya mahasiswa Teknik Elektro, mengenai optimasi
kinerja jaringan GSM di Yogyakarta.

Teori Traffic
Secara umum traffic dapat diartikan sebagai perpindahan informasi dari satu tempat ke tempat
lain melalui jaringan telekomunikasi (Mufti et al, 2003). Besaran dari suatu traffic telekomunikasi diukur dengan satuan waktu, sedangkan nilai traffic dari suatu kanal adalah lamanya waktu pendudukan pada kanal tersebut. Salah satu tujuan perhitungan traffic adalah untuk mengetahui unjuk kerja jaringan (Network Performance) dan mutu pelayanan
jaringan telekomunikasi (Quality of Service).
Traffic terdiri dari 3 macam, yaitu : Offered Traffic (A), Carried Traffic (Y) dan Lost Traffic (R).
Offered Traffic adalah traffic yang ditawarkan, Carried Traffic adalah traffic yang mendapat saluran (trunk), sedangkan Lost Traffic adalah traffic yang tidak mendapat saluran.

Kualitas Sinyal
Unjuk kerja suatu sistem komunikasi tidak lepas dari pengaruh gangguan (noise)
(www.stttelkom.ac.id). Noise akan selalu ada di antara pemancar dan penerima suatu sistem
komunikasi. Dampak utama dari adanya noise adalah bit error (kesalahan bit) data yang diterima pada sisi penerima. Untuk sistem komunikasi digital, data sering disimbolkan dengan simbol 0 dan simbol 1. Bit error yang dimaksud adalah kesalahan data simbol 1 menjadi simbol 0 atau sebaliknya. Terjadinya bit error diukur dengan cara membandingkan data keluaran pada sisi penerima dengan data asli pada sisi pengirim. Ketepatan pengiriman sinyal informasi dengan adanya pengaruh noise dapat diukur dengan average probability of simbol error atau biasa disebut bit error rate (BER). Bit error rate didefinisikan sebagai besarnya kesalahan bit data (bits error) keluaran pada sisi penerima dibandingkan dengan total data yang dikirimkan pada sisi pengirim. BER berbanding terbalik dengan RXQUAL
(www.tems.com, 2005). Semakin tinggi nilai BER, maka semakin jelek pula RXQUAL.

Damar Widjaja1, Joseph Anthonyus2
1,2Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma
Kampus III, Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman 55282
Telp. (0274)882027 ext. 2226, Faks. (0274) 886529
E-mail: 1damar@staff.usd.ac.id, 2joseph.anthonyus86@gmail.com