Tampilkan postingan dengan label Muhamad Safei NIM : 41407110079. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhamad Safei NIM : 41407110079. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2009

AKUISISI DATA GPS UNTUK PEMANTAUAN JARINGAN GSM

Pemantauan jaringan pada jaringan Global System for Mobile Communications (GSM), dilakukan untuk memantau kualitas jaringan. Pada sistem pemantauan jaringan, pemetaan kualitas jaringan pada peta digital sangat diperlukan untuk kebutuhan analisa. Untuk menghasilkan sistem pemantauan jaringan yang akurat, handal, dan efisien, dibutuhkan sebuah perangkat lunak yang bisa melakukan akuisisi data posisi dari GPS, dan menggabungkan data posisi dengan data kualitas jaringan. Program akuisisi data GPS untuk implementasi pemantauan jaringan GSM merupakan program yang bekerja untuk melakukan akuisisi data posisi GPS,
menyimpan data posisi ke dalam database, menggabungkan data posisi dengan data kualitas jaringan, dan menampilkannya ke dalam titik posisi pada peta digital.

Peranan peta digital dalam bidang komunikasi bergerak Global system for Mobile Communications (GSM) sangat penting, salah satunya pada sistem pengukuran dan kinerja jaringan GSM ’(Radis et al, 2007)’. Banyak jenis perangkat dalam bentuk sistem pengawas dan pengukur kinerja jaringan yang tersedia di pasaran , perangkat ini cukup akurat dan
telah terintegrasi dengan peta digital Geographic al Information System (GIS). Perangkat yang seperti ini memiliki harga yang cukup mahal, sehingga tidak setiap lembaga atau perguruan tinggi mampu membelinya. Beberapa produsen Mobile Station (MS) GSM telah melengkapi MS GSM dengan sistem pengawasan jaringan (www.panuworld.net, 2007). Sebagian besar di antaranya hanya menyediakan data tanpa penggabungan dengan peta digital karena keterbatasan perangkat keras dan perangkat lunak. Alternatif perangkat yang handal dan murah dapat menjadi alat bantu bagi para lembaga atau perguruan tinggi untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam melakukan pengawasan jaringan GSM, sehingga dapat meningkatkan daya saing lulusan di bidang komunikasi bergerak.
Pada penelitian ini, penulis ingin memberikan solusi untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan dari perangkat yang hanya menyediakan data tanpa penggabungan dengan peta digital, dengan menghasilkan perangkat yang dapat melakukan akuisisi data dari GPS. Perangkat ini dapat memberikan solusi alternatif akan ketersediaan perangkat pengawasan dan pengukuran kinerja jaringan GSM yang lengkap dan ekonomis.


2.1 Sistem Navigasi GPS
GPS adalah sistem radio navigasi dan penentuan posisi dengan menggunakan satelit navigasi yang dimiliki dan dikelola oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Awaluddin, 2007). Nama formal dari GPS adalah NAVSTAR GPS (Navigation Satellite Timing and Ranging Global Positioning System). Sistem ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai posisi, waktu dan kecepatan secara global tanpa ada batasan waktu dan cuaca. Satelit GPS pertama kali diluncurkan pada tahun 1978. Sistem GPS dinyatakan operasional pada tahun 1994. Sistem GPS tediri atas tiga segmen utama, yaitu segmen satelit (space segment), segmen sistem kontrol (control system segment), dan segmen pengguna (user segment) (Awaluddin, 2007; wikipedia.org, www.coremap.or.id). Gambar 2 menunjukkan segmen penyusun GPS.
a. Segmen Satelit
Segmen satelit adalah satelit GPS yang mengorbit di angkasa sebagai stasiun radio
(Awaluddin, 2007). Satelit GPS dilengkapi antena untuk mengirim dan menerima gelombang.
Gelombang dipancarkan ke bumi dan diterima oleh receiver GPS yang ada di bumi dan digunakan untuk menentukan informasi posisi, kecepatan, dan waktu. Satelit GPS terdiri dari 24 satelit yang menempati 6 bidang orbit dengan periode orbit 10 jam 58 menit, pada ketinggian ± 20.200 km di atas permukaan bumi (www.coremap.or.id). Pada setiap waktu, paling sedikit 4 satelit dapat kita amati di setiap lokasi di permukaan bumi. Hal ini memungkinkan pengguna GPS untuk dapat menghitung posisi mereka di permukaan bumi.





Gambar 2. Segmen Penyusun GPS
(
http://www.coremap.or.id/)
b. Segmen Sistem Kontrol
Segmen sistem kontrol GPS adalah otak dari GPS (Awaluddin, 2007). Tugas dari segmen sistem kontrol adalah mengatur semua satelit GPS yang ada agar berfungsi sebagaimana mestinya serta mengirimkan beberapa informasi seperti sinkronisasi waktu, prediksi orbit satelit, informasi cuaca di angkasa dan monitor kesehatan satelit. Pihak Amerika Serikat mengoperasikan sistem ini dari Sistem Kontrol Utama di Falcon Air Force Base di Colorado Springs, Amerika Serikat. Segmen sistem kontrol ini juga termasuk 4 stasiun monitor yang
berlokasi menyebar di seluruh dunia.
c. Segmen Pengguna
Segmen pengguna adalah para pengguna satelit GPS, dalam hal ini receiver GPS yang dapat
menerima dan memproses sinyal yang dipancarkan oleh satelit GPS. Receiver GPS yang dijual di pasaran saat ini cukup bervariasi, baik dari segi jenis, merek, harga, ketelitian yang diberikan, berat, ukuran maupun bentuknya. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan receiver GPS, yaitu antara lain berdasarkan fungsi, data yang direkam, jumlah kanal ataupun penggunaannya. Secara sederhana receiver GPS untuk penentuan
posisi dapat dibedakan tiga jenis, yaitu tipe navigasi, tipe pemetaan, tipe geodetik (Awaluddin, 2007). Receiver GPS tipe navigasi yang sering juga disebut tipe genggam (handheld receiver) mempunyai ketelitian yang lebih rendah dibandingkan tipe pemetaan dan geodetik (sampai orde 10m – 100m). Receiver tipe pemetaan dapat memberikan ketelitian posisi hingga orde 1m – 5m. Sedangkan receiver tipe geodetik adalah tipe yang paling dapat memberikan ketelitian posisi yang lebih tinggi hingga orde mm.

2.2 Penentuan Posisi GPS
GPS dapat menentukan posisi berdasarkan pengamatan jarak antara receiver GPS dengan
beberapa satelit GPS (Sillhouete, 2007). Prinsip penentuan posisi GPS ditunjukkan oleh Gambar 3. Titik A, B, dan C adalah satelit GPS dan titik D adalah receiver GPS. Mula – mula dilakukan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) ISSN:1907-5022
Yogyakarta, 20 Juni 2009 G-22 pengukuran terhadap jarak dari receiver GPS dengan
satelit A, setelah itu jarak dari receiver GPS dengan satelit B, kemudian jarak dari receiver GPS dengan satelit C. Dengan menggabungkan data jarak dan posisi tiga satelit sebagai referensi, posisi dari receiver GPS dapat diketahui.



Gambar 3. Prinsip Penentuan Posisi GPS
(Sillhouete, 2007)


Untuk dapat menghitung koordinat receiverGPS, paling sedikit harus ada 4 satelit yang teramati (Awaluddin, 2007). Posisi yang diberikan oleh GPS adalah posisi 3 dimensi (x, y, z ataupun ϑ, λ, h).

Kesimpulan yang dapat diambil dari program akuisisi data GPS untuk implementasi pemantauan jaringan GSM adalah :
a. Program pemantauan akuisisi data GPS untuk implementasi pemantauan jaringan GSM sudah
berhasil dibuat dan dapat dijalankan dengan baik.
b. Program akuisisi data GPS untuk implementasi pemantauan jaringan GSM dapat menjalankan beberapa program pilihan dari Menu Utama yaitu Network Monitoring dan Analyzer.
c. Saat GPS kehilangan satelit, data posisi yang diberikan adalah data posisi terakhir sebelum
GPS kehilangan satelit.
d. Saat GPS kehilangan satelit, error data posisi GPS menjadi tidak terhingga.
e. Akuisisi data posisi hanya dapat dilakukan dengan GPS merk Garmin.
f. Ketepatan titik posisi yang ditampilkan tergantung dari keakuratan peta dan keakuratan
data posisi GPS.
g. Berdasarkan pengamatan pada saat pengambilan data, nilai keakuratan data posisi GPS adalah ± 7 meter sampai ± 29 meter.
h. Pada saat pengambilan data dilakukan tidak bergerak pada satu posisi saja selama beberapa
waktu, titik posisi akan ditampilkan dalam beberapa titik posisi.
5.2 Saran
Saran-saran bagi pengembangan program berikutnya adalah :
a. Perlunya pengembangan agar akuisisi data dapat dilakukan pada semua jenis dan merk GPS, tidak terbatas hanya pada GPS dengan merk Garmin.
b. Perlunya membuat program yang lebih efisien dan akurat dengan memperbaiki protokol
komunikasi data dan penggunaan komponen yang efisien.


Dandy Firdaus1, Damar Widjaja2
1,2Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma
Kampus III, Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman 55282
Telp. (0274)882027 ext. 2226, Faks. (0274) 886529
E-mail: 1dandy_bonesex@yahoo.com, 2damar@staff.usd.ac.id
ABSTRAK

SISTEM PEMANTAUAN IDENTITAS JARINGAN GSM

Evolusi teknologi komunikasi bergerak GSM yang mengarah ke konvergensi berbagai layanan
mempunyai banyak permasalahan yang mengiringinya. Peningkatan jumlah pengguna dan
jenis layanan akan semakin membebani jaringan jika kapasitas dan kinerja jaringan tidak dioptimalkan. Otimisasi kinerja jaringan akan menjaga kualitas layanan yang dituntut pengguna (Pursley, 1977). Banyak jenis perangkat/sistem pengawas dan pengukur kinerja jaringan yang tersedia di pasaran untuk membantu melakukan optimisasi kinerja jaringan (www.agilent.com, 2001). Perangkat ini cukup akurat, sehingga memenuhi kebutuhan para tenaga profesional yang bekerja pada industri komunikasi bergerak, seperti operator, konsultan, kontraktor, maupun badan pemerintah. Harga perangkat cukup mahal, sehingga tidak setiap lembaga mampu membelinya (Krarup, 1998). Di sisi lain, kebutuhan tenaga profesional di bidang komunikasi bergerak semakin meningkat, tetapi penyiapan calon tenaga profesional kurang memadai.

Perangkat pengawas dan pengukur kinerja jaringan akan sangat membantu dalam menyiapkan
calon tenaga profesional untuk memasuki dunia kerja di bidang komunikasi bergerak. Penelitian ini akan memberikan alternatif perangkat yang handal dan murah bagi para lembaga atau perguruan tinggi untuk dapat meningkatkan daya saing lulusan di bidang komunikasi bergerak.


2.1 Cell Global Identity (CGI)
CGI adalah sebuah identititas yang unik dari beberapa cell dalam suatu jaringan seluler. Sebuah
CGI untuk sebuah cell bersifat unik. Tidak akan ada 1 CGI yang dipakai oleh 2 atau lebih cell yang berbeda di seluruh dunia (dusunlaman.blog.com, 2007).

CGI terdiri dari:
1. Local Area Code (LAC)
LAC adalah sebuah identitas yang digunakan untuk menunjukkan kumpulan beberapa

cell. Sebuah PLMN tidak boleh menggunakan 1 LAC yang sama untuk 2 cell group yang
berbeda. Sebuah LAC dapat digunakan dalam 2 atau lebih BSC yang berbeda, dengan syarat
masih dalam 1 MSC yang sama. Informasi lokasi LAC terakhir dimana sebuah MS berada
akan disimpan di VLR dan akan diperbaharui apabila MS tersebut bergerak dan memasuki
area dengan LAC yang berbeda (Heine, 1998).
2. Mobile Country Code (MCC)
MCC adalah identifikasi suatu negara dengan menggunakan 3 digit (Heine, 1998). Tiga digit

MCC ini merupakan bagian dari format penomoran IMSI, dimana secara total IMSI terdiri dari
15 digit.
3. Mobile Network Code (MNC)
MNC adalah 2 digit identifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah jaringan

bergerak (Mouly dan Pautet, 1992). Kombinasi antara MCC dan MNC akan selalu menghasilkan
sebuah kode yang unik di seluruh dunia. MNC ini juga digunakan di penomoran IMSI. Tabel 1
menunjukkan MNC untuk beberapa operator selular di dunia.
4. Cell Identity (CI)
CI merupakan identitas sebuah cell dalam jaringan seluler. Dalam sebuah PLMN, CI yang
sama dapat digunakan untuk 2 atau lebih cell yang berbeda, asalkan dalam LAC yang berbeda
Secara keseluruhan CGI dapat dipahami sebagai satu kesatuan identitas dalam format penomoran


2.2 Time Advance
Timing Advance (TA) adalah parameter yang menunjukan seberapa jauh jarak antara sebuah MS
dengan BTS (Heine, 1998). Nilai TA juga akan sebanding dengan waktu yang dibutuhkan oleh
sebuah sinyal yang dipancarkan MS akan diterima oleh BTS. Karena jarak MS ke BTS berbeda-beda, waktu sebuah MS diijinkan untuk mengirimkan sinyal ke BTS dalam sebuah time slot harus diatur secara tepat. TA adalah parameter yang digunakan dalam proses pengaturan ini.
2.3 Logical Channel
Kanal logika dibagi menjadi dua tipe yaitu:
Traffic Channel dan Signaling Channel
(www.archive.org)
a. Traffic Channel (TCH) digunakan untuk mengirimkan code speech dan data informasi
dari MS . Ada dua bentuk Traffic Channel yang Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) ISSN:1907-5022 Yogyakarta, 20 Juni 2009 G-28 didefinisikan sebagai Full Rate Traffic Channel dan Half Rate Traffic. Full Rate Traffic yaitu Traffic Channel yang mengirimkan code speech pada air interface dengan kecepatan 13 kbit/s dan 9,6 kbit/s untuk data informasi. Half Rate Traffic Channel yaitu Traffic Channel yang mengirimkan code speech pada air interface dengan kecepatan 6.5 kbit/s dan 4.8 kbit/s untuk data informasi.
b. Signaling Channel digunakan untuk pensinyalan dari MS ke BTS. Signaling Channel dibagi
menjadi 3 jenis, yaitu (Trevisani dan Vitaletti,_____): o Broadcase Control Channel (BCCH)
Kanal ini digunakan untuk sinkronisasi dan mengirimkan data khusus dari BTS ke MS
(downlink). BCCH ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
- Frequency Correction Channel (FCCH)
Kanal ini bertugas untuk mengawasi ketepatan frekuensi agar bisa berkomunikasi dengan MS.
- Synchronization Channel (SCH)
Kanal ini bertugas untuk melanjutkan kerja dari FCCH setelah bersinkronisasi dengan MS, selanjutnya dilakukan checking procedure untuk memeriksa informasi yang berisi Base Station
Identification Code (BSIC), TDMA frame, dan Broardcase Control Channel (BCCH) yang berisi informasi mengenai cell mana yang akan menjadi surfing cell. SCH digunakan pada saat Channel
Combination, Frequency Hopping, dan Cell Identification.

- Commond Control Channel
Kanal ini digunakan untuk pengontrolan akses dari BTS atau dari MS yang bekerja
pada up link frequency dan down link frequency. Kanal ini dibagi menjadi
beberapa bagian penting yaitu:
􀂃 Paging Channel
Kanal ini digunakan untuk proses call dari BTS ke MS yang bekerja pada
down link frequency.
􀂃 Random Access Channel (RACH)
Kanal ini digunakan untuk permohonan Signaling Channel dari jaringan.
􀂃 Access Grant Channel (AGCH)
Kanal ini bekerja pada saat proses Signaling Channel oleh BTS untuk MS.
o Dedicated Control Channel (DCCH)
Kanal ini dibagi menjadi 3 kanal penting yaitu:
􀂃 Stand Alone Dedicated Control
Channel (SDCCH)
􀂃 Slow Associated Control Channel
(SACCH)
􀂃 Fast Associated Control Channel
(FACCH)

3. PERANCANGAN
Perangkat lunak ini terdiri dari dua bagian, yaitu Network Monitoring dan Analyzer. Network
Monitoring berfungsi untuk mengakuisisi seluruh data Identitas jaringan GSM pada handset ke dalam Database dan menampilkan data tersebut secara real time. Analyzer berfungsi melakukan proses loading data Identitas dari Database, kemudian mengolahnya dan ditampilkan dalam tampilan yang user friendly.


Kesimpulan yang dapat diambil dari program pemantauan identitas pada jaringan GSM adalah :
a. Program pemantauan identitas pada jaringan GSM sudah berhasil dibuat dan dapat bekerja
dengan baik karena mampu menampilkan parameter utama identitas jaringan GSM.
b. Kecepatan penyimpanan data masih kurang cepat karena terkadang masih ada data yang
tersimpan dengan jeda waktu yang cukup lama.


Dedi Saut Martua Gultom 1, Damar Widjaja 2
1,2Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma
Kampus III, Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman 55282
Telp. (0274)882027 ext. 2226, Faks. (0274) 886529
E-mail: 1dedigultom@gmail.com, 2damar@staff.usd.ac.id

INTERWORKING 3RD GENERATION NETWORK (3G), WIRELESS LOCAL AREA

Teknologi telekomunikasi berkembang sangat pesat dengan dimulainya komunikasi analog
hingga saat ini menjadi komunikasi digital dengan peningkatan layanan multimedia. Demikian juga dengan teknologi informasi yang juga semakin pesat dari mulai pengolahan dan pengiriman data hingga saat ini menjadi suatu perangkat multimedia yang handal dan mampu mengirimkan data multimedia dengan kecepatan yang tinggi. Kedua teknologi tersebut bersaing satu sama lain untuk memperebutkan pasar penggunaan hardware dan software di dunia ini. Orang awam mulai susah membedakan kedua teknologi tersebut karena beberapa hardware dan software yang dipasarkan sudah mengadopsi kedua teknologi tersebut walaupun basis utamanya masih berpegang pada teknologi awal yang dipakai. Contohnya penggunaan teknologi telekomunikasi 3G dengan mobilitas yang sangat tinggi mampu mengirimkan data dengan kecepatan yang cukup tinggi mencapai kilo bit perdetik dan juga telah dilengkapi dengan fasilitas internet, multimedia dan video call. Demikian juga dengan teknologi informasi dengan kecepatan pengiriman data yang sudah sangat tinggi mencapai satuan giga bit perdetik dan juga
kemampuan pengolahan multimedia yang baik sudah mulai dapat meningkatkan mobilitasnya
melalui teknologi Wireless Local Area Network (WLAN) dan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Dari segi bisnis memang beberapa tahun terakhir ini teknologi telekomunikasi lebih baik dibandingkan teknologi informasi. Namun dengan adanya peningkatan teknologi WLAN dan WMAN dari segi mobilitas dan pengolahan data dan multimedia yang jauh lebih baik, teknologi informasi mulai menjelma menjadi suatu peluang bisnis yang mampu bersaing dengan teknologi telekomunikasi, bahkan mungkin beberapa tahun kedepan teknologi informasi lebih dominan dibandingkan teknologi telekomunikasi. Atas dasar aspek-aspek mendasar diatas itulah akan dibahas mengenai perbandingan kedua teknologi tersebut diatas, kelemahan dan keunggulannya, serta integrasi kedua teknologi tersebut dan juga dari aspek layanan yang mungkin bisa dikembangkan.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI WIRELESS
Teknologi wireless memiliki fleksiblitas,mendukung mobilitas, memiliki teknik frequency reuse, selular dan handover, menawarkan efisiensi dalam waktu penginstalan dan biaya pemeliharaan, mengurangi pemakaian kabel dan penambahan jumlah pengguna dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
1. Wireless Local Area Network (WLAN)
Dengan semakin bertambahnya pemakaian komputer, semakin besar kebutuhan akan
pentransferan data dari satu terminal ke terminal lain yang dipisahkan oleh satuan jarak dan semakin tinggi kebutuhan akan efisiensi penggunaan alat-alat kantor (seperti printer dan plotter) dan waktu perolehan data base, maka semakin tinggi pula kebutuhan akan suatu jaringan yang Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2007 (SNATI 2007) ISSN: 1907-5022 Yogyakarta, 16 Juni 2007 C-104 menghubungkan terminal-terminal yang ingin
berkomunikasi dengan efisien. Jaringan tersebut dikenal dengan Local Area Network (LAN) yang biasa memakai kabel atau fiber optik sebagai media transmisinya. Sesuai perkembangan karakteristik masyarakat seperti yang telah disebutkan di atas maka LAN menawarkan suatu alternatif untuk komputer portabel yaitu wireless LAN (WLAN). WLAN menggunakan frekuensi radio (RF) atau infrared (IR) sebagai media transmisi. Dengan adanya berbagai merek perangkat keras dan lunak, maka diperlukan suatu standar, di mana perangkat-perangkat yang berbeda merek dapat difungsikan pada perangkat merek lain. Standar-standar WLAN adalah IEEE 802.11, WINForum dan HIPERLAN. Wireless Information Network Forum (WINForum) dilahirkan oleh Apple Computer dan bertujuan untuk mencapai pita Personal Communication Service (PCS) yang tidak terlisensi untuk aplikasi data dan suara.. High Performance Radio Local Area Network (HIPERLAN) dilahirkan oleh European Telekommunications Standards
Institute (ETSI) yang memfokuskan diri pada pita 5.12-5.30 GHz dan 17.1-17.3 GHz. IEEE 802.11 dilahirkan oleh Institute Electrical and Electronics Engineer (IEEE) dan berfokus pada pita ISM dan memanfaatkan teknik spread spectrum (SS) yaitu Direct Sequence (DS) dan Frequency Hopping (FH), standar ini yang paling banyak dipakai sekarang.

2. Wireless Metropolitan Area Network (WMAN)
Teknologi WMAN sebenarnya mirip dengan teknologi WLAN, hanya berbeda dari segi
jangkauan dan mobilitas.Wimax adalah salah satu teknologi WMAN. WiMAX merupakan nama
populer dari IEEE 802.16 yang juga dikenal sebagai Air Interface for Fixed Broadband Wireless Access Systems, sebuah standar teknologi jaringan tanpa kabel (wireless) yang saat ini tengah dikembangkan. Sejak awalnya, WiMAX didesain agar memiliki kompatibilitas dengan standar jaringan Eropa. Bila dibandingkan Bluetooth atau WiFi, WiMAX memiliki daya jangkauan yang jauh lebih luas yaitu mencapai 30 mil (sekitar 50km). Sedangkan Bluetooth hanya 30 kaki (10m) dan WiFi 100 kaki (30m). WiMAX juga dapat beroperasi pada frekuensi 2.5, 3.5, atau 5.8GHz. Frekuensi ini lebih tinggi dari pada frekuensi yang digunakan pada teknologi 3G.
Pada dasarnya, WiMAX beroperasi dengan cara yang mirip seperti WiFi, hanya saja memiliki
kecepatan yang jauh lebih tinggi, jarak yang lebih luas dan jumlah pengguna yang dapat memanfaatkan jaringan ini jauh lebih besar. Sebuah sistem WiMAX terdiri dari dua bagian yaitu antena pemancar WiMAX dan receiver (penerima) WiMAX. Antena pemancar WiMAX memiliki konsep yang sama dengan pemancar ponsel. Namun dapat menguasai wilayah hingga 8.000 km persegi. Receiver WiMAX dapat dibuat dalam bentuk sebuah kotak kecil atau dimasukkan dalam kartu PCMCIA dan ponsel. Salah satu perusahaan yang sangat tertarik dalam pengembangan WiMAX ini adalah Intel. Intel bahkan membantu mengembangkan standar untuk WiMAX atau 802.16. Intel tertarik pada WiMAX ini karena meyakini produktifitas seseorang pada masa
yang akan datang semuanya berhubungan dengan mobilitas atau dapat diakses di mana saja. Begitu tersedia layanan wireless, akan terjadi peningkatan pengguna notebook hingga 30%.
Dalam 5 hingga 10 tahun ke depan perindustrian akan beralih ke wireless untuk meningkatkan produktifitasnya. WiMAX akan menjadi media untuk membawa jaringan wireless berkecepatan tinggi ke rumah-rumah maupun perkantoran. Biaya pemasangan infrastruktur berbasis 802.16 juga jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya pemasangan menggunakan kabel yang lebih rumit. Dengan alasan inilah WiMAX menjadi solusi yang cukup efektif untuk melayani koneksi secara wireless dalam wilayah Metropolitan Area Networks (MAN) secara wireless (WMAN), termasuk juga wireless LAN (WLAN) dan wireless WAN(WWAN).
Saat ini perangkat WiMAX sedang diproduksi secara masal untuk keperluan backbone pada jaringan teknologi informasi. Memang WiMAX diyakini sangat berguna untuk jaringan komputer seperti perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak cabang, operator telekomunikasi, maupun para penyelenggara jasa internet (PJI) atau Wireless Internet Service Provider (WISP).

Kesimpulan yang dapat ditarik dari pemaparan tersebut diatas adalah sebagai berikut:
1. Di masa depan, kebutuhan manusia akan komunikasi wireless berkembang pesat, yaitu
komunikasi wireless yang murah dan cepat untuk pengiriman voice, data dan multimedia.
2. Integrasi antara WLAN, WMAN dan WWAN merupakan hal yang tidak dapat dihindari lagi
dan dapat merupakan solusi untuk komunikasi voice, data dan multimedia yang cepat dan
murah di masa depan.

Imam Rozali
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama,
Jl. Cikutra 204A; Telp./Fax. +62–22–7278860
e-mail: imam_r@widyatama.ac.id, imam_rz@yahoo.com