Tampilkan postingan dengan label Fukry Dwitomo ( 41407110033 ). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fukry Dwitomo ( 41407110033 ). Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 November 2009

Macam - macam jenis speaker

1. Subwoofer /Woofer: Untuk menghasilkan mereproduksi nada rendah.Biasanya dibatasi dari 100 Hz dan di bawahnya. Dan bilamana suatu woofer dapat mereproduksi nada bass dibawah 40 Hz maka dapat disebut subwoofer.Biasanya ukuran dari subwoofer adalah 12,15,18 inci, ukuran woofer sekira 10 dan 8 inci


2. Midbass / Midwoofer: Biasanya menghasilkan frekuensi dengan rentang antara 80Hz-350Hz.Biasanya ukuran dari midbass ini adalah dari 5 sampai 7 inci



3.Midrange: Ukuran dari midrange murni adalah sekira 3-4 inci, Frekuensi kerjanya adalah sekitar 350 sampai dengan 4500Hz.


4.Tweeter: adalah driver speaker yang digunakan untuk reproduksi daerah atas dari frekuensi musik, biasanya cakupan kerjanya adalah dari 3500 Hz sampai 20 Khz.Bentuknya bermacam2 menurut ukuran dan freq kerjanya.Biasanya ukurannya antara 0,5-4 inci


5.Super tweeter atau ribbon tweeter atau planar plate tweeter: adalah suatu tweeter khusus yang berfungsi sebagai penambah bila tweeter konvensional tidak dapat menghasilkan frekuensi tinggi( high ) yang diharapkan.Biasanya cakupa

Mengenal Car Power Amplifier


Jenis - jenis Power amplifier berdasarkan kelas

1.Class AB, A, B :

Amp kelas ini memakai sedikitnya 1 transistor per rail per channelAmp 2 channel akan memakai sedikitnya 4 output transistor, tapi dapat juga ditambah jumlahnya supaya terdapat peningkatan signifikan pada dayanya.Dua transistor pada 1 channel akan bekerja on dan off,mengirim nilai variabel dari voltage sinyal + dan - ke speaker output terminal +.Terminal - dari speaker terminal tersambung pada ground.Kapan dan berapa sering transistor menyala akan menentukan kelas dari amp tersebut apakah kelas A, AB atau B.Transistor power kelas A selalu menyala oleh arus yang mengalir, suara memang lebih baik dibanding kelas AB atau B, tapi akan lebih cepat menjadi panas ,karena tidak efisien. Banyak energi yang terbuang karena berubah menjadi panas.

Class B: hanya 1 dari transistor tersebut yang menyala dalam satu waktu.Class B efisien, hanya mungkin suara nya agak kurang bila dibanding dengan Class A dan AB.Penjelasan ini menerangkan mengapa lebih banyak dipakai kelas AB di car audio, efisien dan bersuara cukup baik.
2.Class G:
Cara kerja power ini mirip dengan kelas AB, hanya ada suatu cara yang membuat amp ini menjadi lebih efisien, Amp ini mempunyai lebih dari 1 rail + dan - yang satu lebih tinggi nilainya. Ada merk tertentu yang memakai + dan - sebesar 25 volt untuk level rendah. Dan bila tidak diperlukan, amp ini bekerja hanya pada 25 V, tapi seiring dengan bertambahnya signal level,amp ini dengan lembut berpindah pada rail yang lebih tinggi misal 50 volts.Kesimpulannya, suara dari amp kelas G ini sama baiknya dengan class AB tapi jauh lebih efisien.

3.Class D:
Amp pada kelas ini tidak menggunakan alat output secara analog untuk merubah voltage naik atau turun. Amp ini menggunakan Mosfet ,yang seperti transistor,tapi bedanya memakai siklus on dan off nya yang sangat cepat, dibanding dengan pada kelas AB yang merubah naik atau turun. Siklus seberapa sering on versus off akan menentukan berapa besar output dari power ini.Biasa power Class D ini ditujukan sebagai power untuk Subwoofer.Kita ibaratkan seperti saklar on/off untuk menyalakan lampu (D)dan saklar dimmer untuk meredupkan lampu(AB).Amplifier Class D sangat efisien tetapi sangat terbatas untuk frequency response nya, serta tingkat distorsinya lebih besar dari kelas AB.

4.Vacuum Tube Amps. (Amplifier tabung)
Power Amplifier ini menggunakan pendahulu dari transistor ,yaitu tabung hampa, udara dengan katoda dan anoda yang berfungsi mengalirkan elektron.Cara kerjanya adalah dengan memakai transformator dengan memasukkan tegangan tinggi dan kemudian dirubah kembali menjadi tegangan rendah dengan arus yang dapat menggerakkan speaker.Tapi banyak menjadi perdebatan karena banyak audiophile yang berpendapat bahwa power ini suaranya lebih baik dari power transistor.

Cara pasang amplifier mobil sendiri

Setelah kita mengenal power secara umum selanjutnya kita masuk ke teknik instalasi.

1.Seperti yang kita ketahui bahwa power amplifier menghasilkan panas, dan udara panas mengalir keatas, umur power dapat menjadi pendek bila terjadi overheat dalam jangka waktu yang lama.
Maka cara pemasangan yang benar adalah vertikal atau horizontal dengan muka heatsink tidak terhalang oleh apapun.
Tidak disarankan untuk menginstall power dengan heatsink menghadap kebawah.Bila impedansi speaker yang dipakai rendah, misal 2 ohm atau kurang, atau memakai tutup dari akrilik untuk cosmetic use, disarankan memakai exhaust fan sebagai pendingin tambahan.
Carilah tempat dengan clearance yang sesuai, karena power dimensi nya harus ditambah dengan perkabelan, tempatkan power agar kabel2 tidak terganggu dan terlipat.

2.Tariklah kabel power DC + dari accu positive, pasanglah sekring dengan jarak max 40 cm dari kepala accu, pasang terminal dengan ketat, berilah pelindung memakai heatshrink, dan pasanglah pula pelindung kabel yang berupa selang, untuk menghindari tergeseknya kabel tersebut di dalam engine compartement.Masukkan kabel tersebut melalui grommet karet pada firewall, dan periksa apakah terjadi kebocoran.

3.Bukalah karpet dasar pada mobil anda, kemudian jalankan kabel DC + beserta kabel remote turn on/off, hindari bagian besi yang tajam pada mobil anda.dan sedapat munggkin jauhkan kabel ini dari ECU dan harnessnya.

4.Masukkan kabel RCA dan atur agar jaraknya sejauh mungkin dengan kabel speaker, kabel DC + dan wiring standar mobil. Bila berdekatan akan dapat menimbulkan alternator whine/noise, karena kabel RCA ini rentan induksi karena kabel yang berarus besar.

5.Tarik pula kabel speaker, dengan memperhatikan pula point2 diatas, terakhir, kencangkan kabel kabel tersebut dengan tie wrap dan duct tape.
Pasangkan lagi karpet dasar seperti semula.

6.Carilah titik ground, carilah titik yang paling dekat dengan chassis, bila memungkinkan atur jarak agar panjang kabel ground tidak melebihi 40 cm.Periksa pula apakah titik ground yang anda pilih beda potensialnya paling besar dengan ground. Dan patut diperhatikan bahwa besar kabel ground harus sama dengan kabel DC + nya.

7.Periksalah semua sambungan kabel, dan periksa kembali polaritas.Bila semua sudah sesuai, pasangkan kabel RCA.

8.Atur gain power ke posisi paling minimal, kemudian nyalakan HU dan atur volume sampai dengan 75 persen dari volume max. Kemudian atur gain power supaya terjadi kompromi antara noise, dan sinyal musik.Langkah ini sangat penting dalam penyetelan gain secara sederhana. Dinamakan Gain Matching. Maksudnya agar supaya terjadi keseimbangan antara sinyal output dan input

l
Struktur Power Amplifier:

Struktur dari power Amplifier ini biasanya terdiri dari:

1.Heat Sink ( casing)
Fungsi dari Heat Sink ini adalah untuk menyerap dan membuang panas yang dihasilkan oleh transistor. Bahan pembuat dari heat sink ini umumnya adalah aluminium cor atau kadang2 digunakan pula tembaga.

2. DC Connector Terminals section.
Pada sebagian besar Amplifier terdapat beberapa terminal untuk menyambung power input yaitu DC (+) konstan langsung dari terminal (+) ( positive dari Accu),
Ground or Negative (-) yang biasanya disambungkan dengan chassis mobil.
Remote turn on/off berfungsi sebagai kabel kontrol untuk mematikan dan menyalakan power, yang dikontrol dari Head Unit.

3.RCA or High Level terminal Input.
Fungsi dari terminal ini adalah sebagai penghantar sinyal audio dari Head Unit ke Amplifier. Biasanya melalui kabel interconnect atau RCA. Kualitas dari kabel ini sangat penting, karena kabel yang baik dapat menghantarkan sinyal suara dengan baik, sebaliknya kabel yang kurang baik akan merusak suara juga.
High Input speaker terminal dipergunakan apabila tidak terdapat output RCA ( low level ) pada HU anda. Ada pula terminal khusus seperti pada product satu merk amplifiers yang memakai connector Symbilink, untuk memudahkan kita dalam menyetel power tersebut dengan memakai PC atau notebook.

4.Speaker Output Connector.
Terminal ini adalah sebagai terminal keluarnya sinyal yang telah diperkuat. Biasanya terdiri dari terminal dengan tanda plus (+) dan minus (-) . Ada pula petunjuk khusus untuk membuat power bekerja dengan kondisi mono (bridged).

5.Crossover section.
Banyak power amplifier dewasa ini telah diperlengkapi dengan crossover aktif. Jadi amp tersebut dapat dipergunakan denagn beberapa konfigurasi, untuk amplifier subwoofer (LPF) ,full range ( filter/tapis tidak dipergunakan) dan untuk midbass( HPF).

6.Gain section
Fungsi dari gain tersebut adalah mengatur agar sinyal yang masuk sesuai dengan input sensitivity dari Power Amplifier tersebut.Biasanya range sensitivity dari power amp sewasa ini adalah dari 2 -5 volts.Biasa disebut juga dengan Output sensitivity.

7.Fuse
Amplifier yang baik harus diperlengkapi dengan sekring, sekring ini dapat berupa AGU fuse, atau bentuk sekring lainnya.Ampere sekring disesuaikan dengan daya max yang dapat dikeluarkan.

Sabtu, 21 November 2009

Mengenal Head Unit

Head Unit
Sebuah head unit berfungsi sebagai sumber suara dalam sistem audio. Tentu saja pasokan listrik yang masuk harus bersih dan konstan untuk menjamin kualitas suara yang dihasilkan. Sebagai media pemutar, daya yang dibutuhkan maksimum hanya 5 Ampere atau sekitar 60 Watt.

Tentu saja konsumsi tersebut belum termasuk konsumsi power amplifier yang terintegrasi. Dengan spesifikasi 4 x 25 Watt, konsumsi yang dibutuhkan head unit ini bisa melonjak menjadi 10 Ampere.

Memilih head unit memang tak semudah membalikkan telapak tangan
Selain kebutuhan yang ingin terpenuhi, ketersediaan dana serta kualitas suara yang ingin dihasilkan pun menjadi
bahan pertimbangan

Tentukan dulu sistem audio seperti apa yang dibutuhkan
Apakah sekedar mendengarkan lagu atau hingga car entertainment
Bila sekedar mampu mendendangkan lagu, head unit single din sudah lebih dari cukup memenuhi kebutuhan
Tetapi jika car entertainment yang dikejar, maka opsi penggantian ke double din wajib hukumnya

Jika menggunakan produk asal Taiwan maka musti ditunjang Power yang bagus, supaya aliran suara ke sub woofer , speaker dan tweeter mampu diatur dengan baik
Biasanya merek Cina belum ada pengaturan suara yang bagus

Bila ingin membangun sebuah sistem audio bertema car entertainment, head unit double din menjadi piranti wajib.
Pada sistem seperti ini biasanya konsumen ingin di mobilnya bisa denger musik, nonton film, bahkan bermain game.
Head unit model seperti ini fasilitas setting suaranya sudah lengkap.
Selain itu juga tuner TV-nya sudah cukup baik.

Penjelasan perbedaan berbagai merk Head Unit :

*) Alpine / Clarion bagusnya untuk mendengarkan Audiophile atau pengemudi yang suka mendengarkan sound detail / quality. Bisa saja dipakai untuk mendengerkan musik yang kadang disebut berisik atau " jedang jedung", tapi mungkin feelnya kurang bagus jika digunakan untuk tujuan ini. Alpine dinamika suaranya lebih powerfull, suara terkesan lebih transparan dan detail, tetapi juga memiliki high frekuensi yang cenderung kaku.

*) Pioneer lebih condong di teknologi suara, cocoknya di SPL ( Sound Pressure Level ) atau yang suka "jedang jedung".
Untuk dua aliran ( SPL atau SQ ), merek ini cukup fleksibel karena lumayan cocok untuk SQ ( Sound Quality ) apalagi SPL. Pioneer dinamika suaranya terbatas, suara terkesan lembut dan terdengar lebih halus.

*) Sony, biasanya untuk orang yang lebih senang mendengar suara tengah & suara tinggi yg cukup powerfull.
Bagi fanatik Sony atau penikmat musik beraliran SQ, merek ini cukup diminati karena memang Sony lebih condong ke detail mid & high sementara low hanya sebatas peran pembantu saja.

*) JVC saya no comment, karena dari segi kualitas suara & fitur sepertinya biasa2 saja hanya mungkin menggunakan komponen yang bagus sehingga tahan lama ( tidak cepat rusak seperti merek2 china / taiwan). Hanya saja yang paling diacungi jempol untuk merek ini adalah ketahanan komponen - komponennya sehingga jarang komplen dari pengguna JVC ( kecuali rusaknya karena korslet atau kebanting).

Tapi sekali lagi, untuk perbandingan, maka digunakan Head Unit yang sekelas / 1 level, mengingat banyaknya tipe yang ada di pasaran.

Sistem kelistrikan pada audio mobil

Kelistrikan mobil merupakan salah satu penunjang kualitas suara yang akan dihasilkan sistem audio. Bahkan sistem ini menyedot daya paling besar ketimbang sistem penunjang lainnya yang ada di dalam mobil Pemasangan yang baik dan benar juga berfungsi mencegah adanya kebocoran arus.

Pernahkah Anda menghitung daya yang tersedot sistem tata suara mobil? Apakah konsumsi listrik yang dibutuhkan head unit berikut power amplifier bisa dipenuhi oleh aki dan alternator mobil Anda? Sebenarnya inilah pertanyaan pertama yang harus dijawab sebelum melakukan instalasi sebuah sistem audio. Walaupun kenyataannya Anda bisa menyerahkan tugas ini kepada pihak instalatur.

Mobil-mobil baru umumnya memiliki alternator dengan kapasitas minimum 70 Ah dan aki dengan kisaran 40 Ah sampai 55 Ah. Konfigurasi ini sebenarnya sudah cukup untuk menyuplai tenaga untuk head unit, prosesor suara, dan sebuah power amplifier sebagai penggerak sepasang speaker split dan sebuah subwoofer. Namun sejauh mana sistem tata suara ini menyedot daya dari sistem kelistrikan mobil?

Pada umumnya, sistem audio mobil yang berorentasi pada kualitas suara tidak perlu menghawatirkan konsumsi daya yang melebihi kapasitas alternator. Mobil-mobil baru saat ini sudah menggunakan alternator besar atau kapasitasnya di atas 70 Ampere. Bahkan mobil-mobil eropa memiliki kapasitas alternator minimum 100 Ampere.

Komponen - komponen kelistrikan :

1. Sekring
Pemasangan sekring harus diperhitungkan sesuai kebutuhan. Usahakan menempatkan sekring utama (main fuse) dengan panjang kabel tidak lebih dari 30-40 cm atau sedekat mungkin dari aki.

Sementara sekring distribusi bisa diletakkan dekat perangkat lainnya. Jika menggunakan capasitor bank, letakkan sekring distribusi setelah perangkat ini. Itupun hanya jika sistem menggunakan lebih dari 2 power amplifier.

2. Kabel power
Ukuran kabel yang digunakan tergantung dari daya yang dibutuhkan. Tentunya semakin besar diameter kabel, semakin murni pula daya yang mampu diantarkan oleh kabel tersebut. Satuan dimensi kabel yang digunakan adalah AWG. Semakin kecil nilai AWG atau tahanan sebuah kabel, semakin besar pula daya yang mampu dihantarkannya.

Umumnya instalatur menggunakan kabel antara 8-4 AWG. Hal ini juga disebabkan karena kebutuhan sound quality dengan 2 power amplifier cukup menggunakan kabel berukuran 4 AWG. Tentunya semakin kecil nilai AWG tentunya semakin mahal harganya, juga semakin sulit dicari.

“Mengganti kabel ground pada aki juga wajib hukumnya,” jelas Utanto Wibowo, instalatur Elixir di bilangan Pantai Indah Kapuk. Ia menjelaskan bahwa kabel minus bawaan mobil sudah dirancang untuk menanggung sekring bawaannya. Jadi saat melakukan instalasi sistem audio mobil yang membutuhkan daya yang lebih besar, tentu saja kabel ini juga harus diperbesar, walaupun grounding di belakang sudah bagus.

3. Capasitor bank
Alat ini berfungsi memberikan suplai daya listrik instan sesuai kebutuhan power amplifier. Kapasitor mampu melakukan charge maupun discharge dalam waktu sesaat. Besaran sebuah kapasitor dihitung dalam satuan Farad. Semakin baik sebuah kapasitor, semakin capat pula ia dapat melakukan tugasnya dengan penurunan tegangan maksimum 0,1 Volt.

Sayang saat ini sangat sulit mendapatkan kapasitor murni berukuran 1 Farad. Banyak kapasitor yang beredar hanya berkapasitas ½ bahkan ¼ dari angka ini. Kalaupun ada, harganya hampir mencapai Rp 3 juta. Dengan harga ini Anda sudah dapat membeli sebuah power amplifier, 1 set speaker, atau bahkan sebuah head unit yang cukup baik.